BERBAGI

Press Release (untuk tanggal 28 agustus 2017)

Pelatihan BINA DAMAI telah digelar Nusatenggara Centre (NC), selama tiga hari (25-27/08/17) di Mataram dan dikuti sebanyak 20 pemuda perwakilan aktivis lintas Iman dari Lombok tengah dan Lombok Timur, KLU. Dengan harapan dapat menangkal berkembangnya paham radikal, kekerasan dan ektremisme di NTB. Mustain, M. Ag, koordinator tim fasilitator menjelaskan, “Melalui pelatihan ini diharapkan akan hadir aktivis bina damai di Lombok yang siap mempromosikan nilai-nilai bina damai di komunitas pemuda dan masyarakat secara luas.

Dalam sambutannya, Dr. Ahmad Amir Aziz, M.Ag., Ketua Dewan Pendiri Nusatenggara Centre menjelaskan bahwa Dalam pelatihan bina damai ini, peserta mendapatkan beberapa materi inti tentang konsep Counter Violence Extremis, Nilai-nilai Bina Damai, Praktek Mediasi Konflik, dan psikologi menjadi remaja yang inklusif. Selain itu, peserta diajak kunjungan (site visit) ke sejumlah rumah ibadah. Tujuannya memberi pengalaman langsung kepada peserta berbeda agama untuk berinteraksi dan mengunjungi langsung rumah ibadah milik umat lain. Ungkapnya.

Sementara itu, Syaiful Umam, Ph.D, direktur PPIM UIN Jakarta dalam sambutannya ketika membuka training ini menyatakan bahwa program Counter Violence and Extremism (CVE) hendaknya menjadi kepedulian kita bersama khususnya kalangan muda. Tujuannya tak lain adalah menjaga agar kondisi masyarakat NTB khususnya dan masyarakat Indonesia, senantiasa harmonis dan jauh dari kekerasan. “Konflik memang tetap ada, tetapi jangan sampai penyelesaiannya melalui cara-cara kekerasan”, demikian Umam lebih lanjut menjelaskan.

Disisi yang berbeda, Bapak Suparman, Salah satu Pemangku Islam dan Adat Sasak di Lingsar menjelaskan bahwa kegiatan bina damai ini sangat penting bagi harmoni keberagaman suku, adat, dan agama di Indonesia, karena pemuda diajarkan tentang praktek perbedaan namun tak terpisahkan dan konsep persatuan namun bukan penyatuan, karena sesungguhnya kita pasti berbeda dan harus bersatu. Sementara itu, Salah seorang pemangku di Pura Lingsar menjelaskan bahwa Kegiatan-kegiatan bina damai seperti ini sangat membantu kami untuk dapat terus menjaga toleransi antar ummat beragama, khususnya di NTB.

Senada denganya, Bapak Friedrick S.S., salah seorang tokoh agama Kristen di Mataram mengungkapkan bahwa kami berterima kasih kepada Nusatenggara Centre yang telah merawat dan menyuburkan tradisi bina damai melalui kegiatannya hari ini.
Di akhir training, peserta juga telah membuat berbagai usulan kegiatan pasca training seperti memperkuat jaringan pemuda cinta damai dikomunitas masing-masing di wilayah asal peserta, diskusi tentang bina damai, dan lomba menulis cerpen dan poster bina damai di kalangan remaja. Tidak hanya itu sebagai tindak lanjut kegiatan ini para alumni training juga sepakat untuk memviralkan pesan-pesan perdamaian lewat media sosial dan media massa lainnya.

Akhirnya, Dr. Suprapto, Team Leader program Bina Damai menjelaskan bahwa kegiatan yang sama juga akan digelar di Bima pertengahan September mendatang. “Ya..ini salah satu program NC untuk mempromosikan nilai-nilai bina damai di masyarakat. Kedepan sasaran program bukan hanya remaja, tetapi melibatkan banyak segmen. Khotib, pimpinan Majelis Taklim, Takmir masjid dan mahasiswa juga akan kita libatkan untuk menangkal paham radikal, ekstremisme dan terorisme”, demikian ungkap dosen Pascasarjana UIN Mataram ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here