BERBAGI

Nusatenggara Centre (NC 1999), Selasa (15/05/2018), menggelar Focus Grup Discussion (FGD) yang bertemakan “Bersinergi Wujudkan Pilkada Berintegritas dan berkualitas di NTB” bersama refresentasi masyarakat Nusa Tenggara Barat.

Kegiatan yang diadakan di Core Hotel Senggigi ini mengundang ketua KPU  se-pulau Lombok, Ketua Panwaskab se-pulau Lombok, Tokoh masyarakat adat Sasak, Sumbawa, Mbojo, dan Bali, Tim sukses masing-masing Calon Gubernur, Perwakilan dari partai-partai politik, Wartawan, Akademisi UIN Mataram, Universitas Mataram, Universitas Muhammadiyah Mataram, STAHN Mataram dan ketua BEM Seluruh universitas yang ada di kota Mataram.

Narasumber Utama dalam kegiatan ini adalah dari Bakesbangpoldagri NTB, KPU NTB, Bawaslu NTB, dan Prof. Galang Asmara pakar Hukum Universitas Mataram. Tujuan dari diadakannya kegiatan ini sesuai dengan tema yang usung yakni sinergi mewujudkan Pilkada Berintegritas dan berkualitas di NTB”. Dalam kegiatan ini narasumber menyampaikan, “Integritas penyelenggaraan pada semua tahapan pemilu menjadi hal penting yang harus diperhatikan oleh penyelenggara pemilu yakni KPU dan bawaslu beserta jajarannya. Kedua lembaga ini memiliki peran dan tanggung jawab strategis sekaligus  jadi harapan rakyat untuk menyelenggrakan pemilu dengan baik dan berintegritas dengan melaksanakan seluruh tahapan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku sehingga menghasilkan pemimpin-pemimpin bangsa yang memiliki integritas yang baik pula. Untuk mewujudkan pemilu yang berkualitas, tidak cukup hanya integritas penyelenggara pemilu. Membangun integritas pemilih merupakan tantangan berat dalam penyelenggraan pemilu. Penyelenggaraan pemilu harus memberikan porsi yang cukup bagi pemilih untuk memberikan pilihan politiknya berdasarkan nilai-nilai integritas. Penyelenggara pemilu tidak boleh hanya sekedar melaksanakan tahapan pemilu saja. Demikian pula peserta pemilu (calon wakil rakyat dan calon kepala daerah) tidak boleh hanya sibuk mengumbar janji-janji politik yang dikemas manis dalam visi misi. Tetapi kedua belah pihak harus terus melakukan pendidikan politik bagi pemilih/masyarakat agar mampu “melek politik” dan menjadi pemilih yang cerdas.

Salah satu indikator pemilih yang cerdas adalah pemilih yang selalu berpartisipasi dalam setiap tahapan pemilu. Pada masa pencalonan, pemilih ikut mengkritisi dan memberikan masuka/ tanggapan terhadap calon wakil rakyat atau calon kepala  daerah. Pada masa pemuktahiran data pemilih, pemilih selalu mengecek keberadaannya apakah sudah terdaftar sebagai pemilih atau belum. Lalu pada masa/tahapan kampanye, pemilih terus menyimak visi misi dan program serta rekam jejak calon wakilnya atau calon pemimpinnya. Dan pada hari H, datang ke TPS dan menggunakan hak pilihnya dengan baik dan benar.

FGD ini juga dirangkaikan dengan Deklarasi pemilu damai dan berintegritas bersama seluruh peserta dan pemateri FGD.

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here