BERBAGI

Klui,- Senin, 22 Januari 2018 Acara pembukaan Lombok youth Camp For Peace leaders 2018 di areal pantai klui dihadiri langsung oleh gubernur Nusatenggara Barat, Dr. TGH. Zainul Majdi, Lc. MA. Sekaligus sebagai pembuka acara ini.

Dalam sambutannya Gubernur Nusatenggara barat menyampaikan bahwa, “Jangan percaya kalau ada siapapun yang mengatakan bahwa anak-anak muda adalah biang kerok masalah. Jika anak muda adalah sumber masalah, maka Rasulullah SAW tidak akan mempercayakan urusan-urusan besar kepada pemuda. Zaid bin Tsabit contohnya, pada umur 12 tahun dipercaya oleh Rasulullah SAW untuk mengurus hal-hal besar, yaitu diberi tugas untuk menulis wahyu dan surat-surat Nabi. Karena sesungguhnya, dari jiwa para pemuda yang tidak terduga dan visioner, terdapat semangat-semangat kebaikan. Dalam diri pemuda, juga ada kejujuran, keberanian dan konsistensi sertakomitmen kuat untuk melaksanakan semangat kebaikan itu”.

Pak gubernur juga menyampaikan bahwa yang menjadi faktor dari radikalisme ini sebenarnya ada tiga hal yakni :

  1. Pemahaman agama yang salah (keliru dalam memahami teks)
  2. Gurunya yang salah (tempat bergurunya salah, misalnya adslah yang berguru kepada Google, kepada artikel-artikel yang tidak jelas sumbernya)
  3. keadaan sosial tertentu, yang sering disebut sebagai ketidakadilan.

Poin pertama dan kedua, dapat diselesaikan dengan mempelajari teks namun yang ketiga tidak bisa diselesaikan oleh teks, oleh fiqih, lalu bagaimana caranya ? caranya adalah dengan berlaku adil.

kemudian terkait dengan cinta indonesia, Gubernur juga menyampaikan, cara untuk mengenalkan cinta indonesia, adalah dengan memberikan cinta itu, membagi cinta indonesia dengan menceritakan tentang cinta indonesia. “Cinta Islam berarti juga cinta Indonesia. Sekali kita kehilangan rasa cinta pada Indonesia, maka kita akan kehilangan segalanya”.

Pada akhir sambutannya pak gubernur menyampaikan beberapa hal:                      jika ingin ke medan apapun namanya, bawalah 2 hal yang pertama:

  1. ilmu
  2. iman dan takwa

Lalu tugas kita bersama adalah membangun kebersamaan dalam konteks keberagaman itu, Gubernur juga mengajak kepada seluruh pihak untuk “mengenal islam seutuhnya” bukan setengah-setengah. Sebagai penutupnya, Gubernur menyampaikan,

“Saya mengucapkan terima kasih atas kedatangan adik-adik semua. Saya berharap, adik-adik jangan mengukur Nusa Tenggara Barat hanya dari keindahan alamnya saja. Lombok, sebagai bagian dari Nusa Tenggara Barat, adalah eksperimen hidup dan kalian bisa mengambil kebaikan-kebaikan dari kegiatan ini. Salah satu khazanah kearifan lokal dari kegiatan di NTB ini adalah untuk meyakinkan, bahwa nilai-nilai Islam adalah nilai yang sangat kondusif dan cocok untuk kemajuan bangsa”.

Pembukaan kegiatan lombok youth camp 2018 ditandai dengan pemukulan beduk oleh Gubernur Nusatenggara barat bersama perwakilan PPIM UIN Jakarta Fuad Jabali P.Hd. Kegiatan lombok youth  camp ini terselanggara atas kerjasama yayasan Nusatenggara Centre bersama PPIM UIN Jakarta, dan berbagai pihak terkait. kegiatan lombok youth camp ini berlangsung selama 4 hari dari tanggal 22-25 januari 2018 di areal wisata pantai Klui, Dusun Klui, Desa Malaka, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara. Youth Camp ini melibatkan 200 mahasiswa dari 57 PTKI di seluruh indonesia. (Bq.)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here