BERBAGI

Kamis 25, januari Bupati Kabupaten Lombok Utara Menghadiri acara penutupan kegiatan Lombok Youth Camp For peace Leaders 2018 di Pantai Klui, Lombok Utara. Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama Nusatenggara Centre bersama PPIM UIN Jakarta dan Convey Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan selama 5 hari sejak tanggal 21 januari hingga 25b januari 2018 yang melibatkan 200 mahasiswa dari PTKIN seluruh indonesia.

Acara penutupan ini dihadiri oleh Bupati Kabupaten Lombok Utara Najmul Akhyar. MH, Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Utara, Drs. Sumardi MH., Camat Pemenang, Faisal SP. Kepala Desa Malaka, dan berbagai pejabat terkait lainnya.

Lukman hakim selaku ketua program menyampaikan bahwa kegiatan youth camp ini dipersiapkan sejak bulan september tahun lalu diikuti oleh mahasiswa diseluruh indonesia perwakilan PTKIN dengan Jumlah peserta 200 orang, adapun bentuk-bentuk kegiatannya ada 5 kegiatan utama, yaitu majelis harmoni yang sudah diisi kemarin oleh bapak gubernur, Kemenpora dan dari BNPT, Mentoring yang penguatannya bagaimana islam rahmatan lil alamin, yang mana mengedepankan nilai-nilai yang akan dapat mengayomi dan mendukung keutuhan NKRI, dan yang ketiga ada kegiatan bakti sosial, ada penanaman pohon tidak kurang sekitar 300 pohon di dusun klui, dengan jenis tanaman Nangka, srikaya dan sabo dan pengobatan gratis sekitar 100 warga, kemudian ada outbond, dan pentas seni dari para peserta.

Acara penutupan Kegiatan Lombok Youth camp ini juga ditandai dengan pembacaan deklarasi perdamaian yang dipandu oleh salah satu peserta, dan diikuti oleh seluruh peserta youh camp, berikut bunyi deklarasi perdamaian yang dikrarkan oleh peserta youth camp.

DEKLARASI PERDAMAIAN MAHASISWA MUSLIM INDONESIA

BISMILLAHIRROHMANIRROHIM

KAMI, MAHASISWA MUSLIM INDONESIA MENYATAKAN

  1. Siap mempromosikan Islam Rahmatan Lil Alamin
  2. Siap menjaga keutuhan NKRI
  3. Siap melawan kekerasan, ekstremisme, radikalisme dan terorisme

LOMBOK, 25 JANUARI 2018

Bupati lombok Utara Dr. Najmul Akhyar, MH dalam sambutannya menyampaikan bahwa, “siapapun orang yang dipercaya untuk memegang amanah, satu kewajibannya yaitu mewujudkan dan menampakkan kepada masyarakat yang dia pimpin, bahwa islam ini adalah rahmatan lil alamin. Jika semua pemimpin di Indonesia ini membawa kesejukan atau menampilkan dirinya dalam ruh islamnya itu adalah sebagai pembawa kedamaian kepada semua orang, maka saya yakin saudara-saudara sekalian, Islam Rahmatan lil Alamiin itu akan menjadi nampak baik bagi orang Islam ataupun bagi saudara-saudara kita yang beragama lain. Saya fikir kemah ini sangat penting artinya bagi kita semua, tinggal kita melakukan apa yang menjadi fungsi kita masing-masing, mahasiswa  tugasnya belajar, siapkan diri dengan baik.“ jangan menjadi menara gading, kelihatannya indah, tapi tidak bisa bermanfaat untuk masyarakat sekitar. Jadilah menara air, mungkin sederhana tetapi bisa mendatangkan kesejukan, bisa memberi kesejukan, bisa memberikan kehidupan dan sebagainya. Sehingga dengan demikian, mahasiswa ini tidak hanya sekedar gelar saja, tidak hanya sekedar cara kita untuk menampakkan identitas intelektualitas kita, tetapi mahasiswa adalah calon-calon yang akan memimpin indonesia ini di masa depan.

Kegiatan ini ditutup secara resmi oleh Bupati Lombok Utara dengan iringan bacaan Hamdalah yang diikuti oleh selurh peserta YOUTHCAMP, berakhir dengan doa bersama dan photo bersama seluruh peserta youth camp. Uniknya pada penutupan ini seluruh peserta mengenakan pakaian adat daerah masing-masing, yang menambah semarak kegiatan penutupan ini. ini juga menjadi kesempatan bagi tiap-tiap peserta untuk menunjukkan keindahan budaya daerah masing-masing melalui pakaian adatnya.

pakaian adat ini menunjukkan satu dari sekian macam bentuk keragaman kekayaan budaya indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here