BERBAGI

BERSINERGI: Para narasumber di diskusi akhir pekan Nusatenggara Centre (NC) berfoto bersama usai acara, Sabtu (16/3).

MATARAM-Nusatenggara Centre (NC) kembali menggelar diskusi akhir pekan. Kali ini di Cafe Delima Mataram, Sabtu pagi (16/3). Tema yang diangkat, “Membangun Keamanan Kota Mataram Berbasis Lingkungan”.

Hadir sebagai narasumber camat Mataram, kapolsek Mataram, dan danramil Mataram. Ketua DPRD Kota Mataram H Didi Sumardi didapuk membuka acara.

“Ancaman yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) akan selalu ada, maka dari itu masyarakat harus bersama mengantisipasinya,” ucap Amir Aziz mewakili Pembina NC dalam sambutannya.

Ia berharap pertemuan ini mampu melahirkan gagasan/formulasi positif yang mampu menciptakan Mataram lebih damai, sejahtera, dan menyejukkan bagi masyarakat. Terlebih sebagian peserta diskusi merupakan kepala lingkungan se-Kecamatan Mataram.

Didi Sumardi mengatakan, DPRD Kota Mataram sedang merancang Peraturan Daerah (Perda) tentang Sistem Keamanan Lingkungan. Diharapkan melalui perda ini bisa mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan.

Selama ini menurutnya, masyarakat beranggapan bahwa keamanan merupakan tugas dan tanggung jawab kepolisian sepenuhnya. Dengan melibatkan para akademisi Fakultas Hukum Universitas Mataram, DPRD Kota Mataram mencoba untuk merevitalisasi sistem keamanan menjadi berbasis lingkungan.

“Perda ini punya prinsip koordinasi, prinsip sinergitas, dan prinsip gotong royong,” ungkap Didi.

Lurah, bhabinkamtibmas, dan babinsa merupakan tiga pilar keamanan yang harus bersinergi satu sama lain. Ketiga unsur ini harus selalu berkoordinasi dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh adat dalam menangani setiap permasalahan yang timbul, sehingga tidak berkembang dan mampu terselesaikan secara kekeluargaan.

Demi mewujudkan lingkungan yang aman dan damai maka masyarakat wajib proaktif dan berpartisipasi dalam kegiatan keamanan yang diadakan di lingkungannya. Serta bertanggung jawab bersama atas kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya.

“Kita berharap perda mengenai sistem keamanan berbasis lingkungan ini segera rampung”, imbuhnya.

Sementara Kapolsek Kompol Yusuf menyampaikan masalah kamtibmas bukan semata-mata tanggung jawab kepolisian. Melainkan menjadi tanggung jawab semua pihak, baik aparat keamanan, pemerintah dan seluruh masyarakat secara terpadu.

 “Problem yang masih sering terjadi adalah perkelahian antar warga,” kata Camat Mataram Hariadi menyambung kapolsek.

Menurutnya hal ini lebih sering terjadi karena masalah pribadi yang kemudian merambat menjadi perseteruan antar lingkungan. Jika hal ini terjadi upaya damai lebih dikedepankan sebelum dibawa ke ranah hukum. Penyelesaian secara kekeluargaan dianggap lebih efektif dibanding dengan membawa kasus tersebut ke meja hijau.

Danramil Mataram juga menyampaikan pertikaian antar warga beberapa kali terjadi, namun itu terjadi karena hal sepele. Bagi dia Mataram merupakan daerah yang cukup kondusif. Beragam etnis dan agama tinggal berdampingan di kota ini.

Diterbitkan oleh Lombok post pada 19 Maret 2019

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here