BERBAGI

Mataram, nusatenggaraCentre.or.id— Gelaran Lombok Youth Camp (LYC) For Peace Leader pada awal 2018 lalu agaknya menjadi memori tersendiri bagi setiap peserta gelaran Nasioanal ini. 200 putra putri dari seluruh Perguruan Tinggi Islam di Indonesia dikumpulkan dalam satu waktu. Selain membahas pentingnya harmoni dalam kehidupan berbangsa, seluruh peserta dimanjakan dengan landscape Pantai Klui yang menawan.

Baru-baru ini para alumni peserta LYC berkumpul kembali mengabdikan dirinya untuk masyarakat. Pengabdiannya dilakukan dengan membentuk webinar pada 19 Juli 2020 lalu. Ini merupakan kedua kalinya seminar berbasis jaringan dilaksanakan. Seminar daring yang bertajuk Diksi ( Diskusi Santai) mengangkat tema “Eksistensi Organisasi Pemuda Islamn di Era New Normal”.

Menghadirkan Asisten Deputi II Kewirausahaan Kemenpora RI, Drs. Imam Gunawan, M.AP., sebagai keynote Speaker. Hadir Juga Prof. Dr. Suprapto, M.Ag., memberikan sambutan mewakili Nusatenggara Centre sebagai lembaga yang bekerjasama dengan PPIM mengadakan LYC.

Prof. Supapto dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan yang digagas langsung oleh Alumni LYC 2018. Acara ini disebut sebagai ajang silaturrahim para alumni yang tersebar di seluruh Indonesia. Selain bertatap muka, giat ini juga sebagai ajang bertukar pikiran untuk mengoptimalkan peran pemuda dimasa pandemi.

Pengulanagn perilaku secara terus menerus dan berkesinambungan akan membentuk karakter. Karakter kemudian menjadi citra diri setiap orang, dalam hal ini pemuda. Organisasi membuat setiap anggotanya melakukan kegiatan organisasinya secara terus menerus. Sehingga organisasi disebut sebagai pembentuk karakter seseorang. Sedikit pemaparan Drs. Imam Gunawan saat sesi webinar.

Dirinya juga menyebutkan bahwa setiap organisasi pemuda dan setiap lapisan masyarakat harus saling membahu dalam pandemi ini. Hematnya, masalah disekitar tidak akan selesai dengan saling menyalahakan. Para pemuda dan oraganisasi pemuda ditantang perannya dalam segelumit kisah di masa new normal.

Tantangan demi tantangan ini jika terus dilalui, dan dicari solusinya akan membentuk karakter yang kuat bagi setiap kader organisasi. Terlebih dimasa saat ini ada istilah sosiopreneur yang bisa menjadi pilihan bagi generasi muda yang ingin berkarya.

Ia menutup pemaparannya sembari berharap agar organisasi pemuda, khususunya alumni LYC menjadi generasi yang berkarakter kuat.

Acara ini diselenggarakan secara swadaya oleh alumni LYC 2018, dan difasilitasi oleh Nusatenggara Centre sebagai lembaga tempat para alumni ini bernanung. (NC_Win)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here