BERBAGI

Nusatenggara Centre—Untuk mewujudkan kehidupan harmoni tanpa tindakan radikal dan kekerasan, tim pakar dan pengurus Nusatenggara Centre (NC) pada Kamis (18/6) berembuk dan menyusun konsep penguatan moderasi beragama berbais Ormas di NTB. NC menginginkan bahwa perbedaan ormas dan tata cara menjalankan syariat Islam harus dimaknai sebagai keragaman dan kekayaan sosial, dan tidak harus menimbulkan konflik, apalagi berbentuk kekeraan dan ekstremisme.

NC dengan pengalamannya selama lebih dari dua dekade terlibat dalam program deradikalisasi di NTB kembali akan lebih spesifik menformulasi program moderasi beragama dengan melibatkan tokoh-tokoh pemuda dari berbagai ormas yang ada di NTB, termasuk pimpinan Rohis di tingkat SMU. Program yang diusulkan terdiri dari tiga kegiatan besar, yakni Penyusunan dan pengembangan modul, dialog ahli, serta homestay dan belajar bersama.

Dalam waktu dekat, gerakan ini akan digaungkan di Lombok. Bekerjasama dengan lembaga nasional yang konsen dalam bidang perdamaian dan moderasi beragama, “NC percaya giat ini menjadi jawaban atas kekhawatiran tentang perbedaan yang menjauhkan perdamaian”, ujar Direktur NC, Dr. Kadri.

Rencannya program ini akan menggabungkan kegiatan langsung juga menggunakan jalur dalam jaringan. Organisasi keagamaan yang berada di Lombok akan dilibatkan secara aktif.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here