BERBAGI

Setiap warga negara wajib andil dalam menciptakan iklim demokrasi yang berkualitas. Asas Pemilu Luber Jurdil (Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur, Adil) yang kerap kali digaungkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) tidak akan terwujud tanpa keterlibatan setiap elemen masyarakat. “Pemilu merupakan sarana perwujudan kedaulatan rakyat,” tutur Ketua KPU NTB Suhardi Soud dalam sebuah diskusi yang diadakan Nusatenggara Centre (NC).

Suasana FGD


NC menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Mewujudkan Pilkada Demokratis dan Damai di NTB tanpa Black Campaign, Hoax, dan Ujaran Kebencian” pada salah satu hotel di Kota Mataram (25/02). FGD tersebut menghadirkan empat narasumber di antaranya, ketua KPU NTB, anggota Bawaslu NTB Itratip, pakar komunikasai politik Dr. Kadri, sosiolog Prof. Suprapto.

Berurutan dari kiri: Dr. Kadri, Itratif, Prof. Suprapto, Suhardi Soud, Lalu Suprawan, saat sesi pembukaan FGD


“NC berdiri sejak tahun 1999. Cukup banyak kiprah kami dalam penelitian dan pengembangan sosial khususnya di NTB,” terang Lalu Suprawan dalam sambutannya mewakili pihak NC. Ia juga menyampaikan beberapa kali NC terlibat dalam proses pemberian edukasi bagi masyarakat pada momentum pemilu di tahun-tahun sebelumnya. Ia menjelaskan kegiatan tersebut ini akan berlangsung selama 3 hari. Hari pertama adalah prosesi pembekalan mengenai materi-materi yang telah disiapkan. Lalu di hari kedua dan ketiga yaitu proses interaksi dan dialog antar peserta.


Di NTB ada 7 kabupaten/kota yang akan mengikuti pilkada serentak tahun 2020, di antaranya Kab. Sumbawa Barat, Sumbawa, Bima, Dompu, Lombok Tengah, Lombok Utara, dan Kota Mataram. Suhardi Soud mengatakan trend partisipasi masyarakat dalam memilih terus meningkat. “Agar proses sosialisasi berlangsung efektif, KPU melakukan pembagian kluster sasaran. Dengan melakukan identifikasi seperti itu, maka strategi yang digunakan akan disesuaikan dengan target sasaran. Dengan demikian pesan akan menjadi lebih mudah tersampaikan,” ungkapnya.

Suasana sesi tanya jawab


Anggota Bawaslu NTB Itratip menuturkan agar proses pengawasan berlangsung maksimal, Bawaslu melibatkan berbagai elemen masyarakat untuk andil dalam hal ini. “Kita telah membentuk kader-kader di beberapa daerah yang dijadikan pengawas partisipatif,” ungkapnya.


Dengan cara tersebut tugas Bawaslu menjadi terbantukan. Selain kader pengawasan yang terdiri dari 10 orang per kab/kota, Ia juga menyampaikan bahwa Bawaslu telah membuat Kampung Pengawasan (kampung yang teridentifikasi rawan). Di kampung tersebut Bawaslu bekerja sama dengan Tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan dll. untuk menciptakan pemilu damai berintegritas.


Dalam penyampaiannya pakar komunikasi politik Dr. Kadri mengungkapkan penggunaan media sosial oleh masyarakat yang terus meningkat. Menurutnya fenomena ini membuat perilaku politik dan kontestasi masyarakat mengalami perubahan. “Tensi politik jelang Pilkada umumnya berlangsung aman. Namun suasana di dunia mayalah (media sosial) yang terasa panas oleh perang statement, status, meme dll. antar pendukung pasangan calon kepala daerah. Senjata yang digunakan juga tak lagi berbentuk fisik, melainkan berubah menjadi berita bohong, kampanye hitam, ujaran kebencian, dan lain sebagainya,” terang Kadri.


Pendidikan politik seharusnya diberikan bukan hanya pada momentum pemilu. Hal ini seharusnya menjadi edukasi yang diberikan dalam kehidupan sehari-hari baik oleh orang tua kepada anaknya, guru kepada siswanya, tokoh agama kepada jemaahnya, dan seterusnya.


Sosiolog Prof. Suprapto menjadi pembicara terakhir di pagi itu. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk selalu mengedepankan nilai-nilai luhur yang menjadi identitas bangsa, bukan ego masing-masing golongan yang bisa mengakibatkan konflik. Bagi dia perbedaan adalah sebuah keniscayaan, namun keberagaman yang dimiliki harus dirawat dengan baik agar menjadi modal besar dalam kemajuan daerah kita tercinta.


Di akhir agenda, seluruh peserta diskusi melakukan deklarasi melawan hoax, kampanye hitam, dan ujaran kebencian demi terciptanya Pilkada damai yang berkualitas.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here