BERBAGI

Oleh: Dr. Kadri

(Dosen Komunikasi UIN Mataram)

Bila masih ada yang berasumsi bahwa Bank Indonesia (BI) hanya mengurus ekonomi makro khususnya kebijakan keuangan, seharusnya segera merevisinya. Sebagian di antara kita yang tidak memiliki background ilmu ekonomi mungkin telah menginternalisasi dan merawat pemahaman yang keliru seperti ini sejak kecil. Misasumsi tersebut akan otomatis direvisi bila kita melihat secara langsung perkembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan usaha-usaha kreatif pada berbagai bidang dan segmen usaha lainnya di masyarakat yang sebagian di antaranya dibina dan didampingi oleh BI. Sebut misalnya di kabupaten Sleman, provinsi Jogjakarta, ada Kampung Glory yang menjadi salah satu distinasi wisata menarik dan telah memberdayakan ekonomi masyarakat desa yang mengelolanya. Atau di provinsi Nusa Tenggara Barat ada klaster gula aren di Lombok Barat yang dinilai sukses mendorong pertumbhan ekonomi lokal. Ada banyak contoh lainnya (yang tidak bisa diuraikan dalam rubric terbatas ini) yang semakin mempertegas bahwa BI tidak hanya mengurus keuangan makro tetapi juga terlibat dalam ekonomi mikro seperti pendampingan masyarakat untuk mengembangkan usaha-usaha ekonomi kecil dan menengah.

Peran-peran mikro yang dilakoni BI seperti di atas dapat dipotret dalam perspektif komunikasi, khususnya komunikasi sosial. Istilah komunikasi sosial sendiri dimaknai beragam oleh pelbagai kalangan. Makna komunikasi sosial dari International Association of Communication Activists lebih tepat dengan konteks tulisan ini. Asosiasi komunikasi internasional tersebut memaknai komunikasi sosial sebagai salah satu bidang kajian komuniaksi yang mengeksplorasi bagaimana informasi dapat dirasakan, ditransmisikan, dan dipahami, serta dampaknya bagi masyarakat. Dengan makna komunikasi sosial seperti ini, relative mudah mengelaborasi peran BI saat berkomunikasi sosial dengan masyarakat.

Setidaknya ada empat keunggulan komuniksi sosial BI saat melakukan pemberdayaan masyarakat yang layak diteladani oleh pegiat sosial kemasyarakatan. Pertama, tepat memilih mitra komunikasi. Sebagaimana jamak diketahui, BI menjadikan UMKM sebagai sasaran pemberdayaannya. Pilihan ini dianggap tepat karena mencerminkan semangat pengabdian yang kuat. Komunitas UMKM pada umumnya memiliki kemampuan dan modal yang terbatas sehingga sangat layak untuk didampingi. Dalam konteks komunikasi sosial, ketepatan memilih karakter mitra komunikasi akan menentukan efektif dan tidaknya komunikasi yang dilakukan. Atau dengan kata lain, biaya pemberdayaan yang dikeluarkan oleh BI akan lebih bermanfaat bagi UMKM ketimbang biaya pemberdayaan dengan jumlah yang sama diberikan pada penguasaha besar. Pilihan mitra komunikasi seperti UMKM juga mencerminkan keberpihakan terhadap rakyat kecil yang tergolong dalam ekonomi lemah.

Kedua, bijak menentukan konten komunikasi. Komunikasi sosial dalam konteks pemberdayaan ekonomi masyarakat yang dilakukan BI biasanya mensupport usaha-usaha khas berbasis potensi lokal yang dimiliki oleh masyarakat. Misalnya, mendampingi pengembangan kampung wisata di wilayah yang masih natural, asri dan tenang seperti yang terlihat di kampung Glory, kabupaten Sleman Jogja, atau mendapingi dan membina usaha tenun yang dilakukan oleh warga di Pringgasela, Lombok Timur dan pendampingan terhadap industry rumah tangga berbasis keungglulan lokal seperti abon ikan di wilayah pesisir Pulau Lombok, dan belbagai jenis pemberdayaan khas di setiap wilayah lainnya. Pilihan ini dianggap cerdas karena mengembangkan potensi yang ada, mengkreasi sesuatu yang awalnya biasa menjadi sesuatu yang bernilai. Upaya ini juga mengajarkan pentingnya mencintai produk dan kearifan lokal di tengah serbuan produk-produk asing yang terus menggoda.

Ketiga, cerdas menggunakan metode komunikasi sosial. Teknik atau metode memiliki kontribusi tersendiri dalam menentukan sukses dan efektifnya komunikasi. Dalam konteks pemberdayaan ekonomi masyarakat misalnya, faktor teknik atau metode pemberdayaan memiliki sumbangsih terhadap hasil pemberdayaan itu sendiri. Salah satu teknik pemberdayaan ekonomi yang dilakukan oleh BI adalah dengan memberi penekanan pada proses pemberdayaan tanpa mengabaikan hasil yang memiliki nilai tambah. BI dalam setiap pemberdayaan ekonomi masyarakat yang dilakukannya lebih menekankan pada penguatan kapasitas dan penyiapan fasilitas usaha. Pemberdayaan yang memberi porsi lebih pada proses selalu menyertakan nilai pendidikan di dalamnya. Artinya, seseorang atau kelompok yang diberdayakan memperoleh keuntungan pengetahuan dan keterampilan dari proses pemberdayaan yang diikutinya. Bila meminjam istilah dalam metode pembelajaran andregogi, melalui proses pemberdayaan dan pendampingannya, BI tidak menyuguhkan ikan tetapi memberi pancing dan kail pada pelaku UMKM. Dengan teknik ini proses kemandirian pasca pemberdayaan dan pendampingan relatif dapat diwujudkan. Inilah esensi pemberdayaan berbasis pendidikan yang layak diteladani dari BI.

Keempat, ketuntasan dalam komunikasi sosial. Komunikasi yang efektif adalah komunikasi yang tuntas sehingga pesan yang disampaikan dapat ditangkap secara utuh dan mampu ditindaklanjuti dengan sebaik-baiknya. Pola pemberdayaan ekonomi masyarakat yang dilakukan BI dapat disamakan dengan komunikasi sosial yang tuntas karena mereka mendampinginnya mulai dari awal hingga akhir (kemandirian) atau mulai dari proses pembelajaran hingga pemasaran. Konsistensi dan ketuntasan pendampingan dalam pemberdayaan usaha kecil menengah seperti yang dilakukan BI merupakan best practices yang layak diteladani oleh pegiat pemberdayaan masyarakat lainnya (baik oleh lembaga atau institusi negara maupun oleh lembaga nonpemerintah). Pola pemberdayaan yang tuntas yang dilakukan oleh BI menjadi pelajaran bagi siapapun yang merasa melakukan gaya hit and run dalam pemberdayaan masyarakat. Atau sindiran bagi lembaga manapun yang hanya mengejar tayang dan memprioritaskan laporan formal dari agenda pemberdayaan yang dilakukan. Oleh karena itu, BI perlu mendapat tambahan tugas untuk melakukan sharing pengalaman pemberdayaan ekonomi rakyat kepada lembaga-lembaga yang mengambil konsen pemberdayaan yang sama.

Empat keunggulan komunikasi sosial BI tersebut di atas menunjukkan kemampuan Bank Sentral Republik Indonesia tersebut dalam melakukan pemberdayaan ekonomi masyarakat, karena informasi yang disampaikan dapat ditangkap oleh UMKM, mampu ditransmisikan dengan metode pemberdayaan yang baik, bisa dipahami oleh mitra komunikasinya, serta dirasakan dampaknya oleh komunitas UMKM khususnya dan bagi masyarakat umumnya. Oleh karena itu agar manfaatnya lebih banyak lagi dirasakan oleh masyarakat maka best practices ini bisa diperbanyak jumlah (sasaranya) dan ditingkatkan lagi kualitasnya oleh BI, dan pegiat pemberdayaan ekonomi lainnya dapat mengadopsi pola pemberdayaan dari BI ini pada sasaran dan wilayah yang berbeda sehingga akan semakin banyak actor/pemberdaya yang berkontribusi untuk peningkatan ekonomi rakyat. Semoga

46 KOMENTAR

    • Opini yang sangat membangun pak👍 mengundang pembacanya untuk berfikir lebih luas dan semakin terbuka wawasannya. Teruslah berkarya pak supaya tulisan-tulisan itu bisa menginspirasi dan bisa menjadi bahan referensi bagi kami yang ingin bisa menulis. Seperti yang bapak katakan “jika ingin bisa menulis maka rajinlah membaca”📖 Terimakasih 🙏

  1. Terimakasii pak atas materi tentang belajar informasi tentang komunikasi sosialnya.
    Semoga selalu memberikan informasi lainnya.

  2. Artikel yang bapak tulis sangan efektif penyampaiannya sehingga point dari tulisan tersebut atau artikel tersebut. Di mulai dengan bagaimana penjelasan tentang BI yang bukan hanya mengakomodasi keuangan micro dan UMKM, dan penjabaran tentang bagaimana BI menjalankan atau strategi dalam komunikasi sosial kemasyarakatannya. Hal itu itu menjadikan tulisan bapak bukan hanya sebagai sebuah artikel yang semata mata datang dari opini belakang, namun juga memiliki point – point penguat dari beberapa refresi yang mengutkan hal tersebut.
    Terus membagi ilmunya pak, tulisannya sangat bermanfaat.

  3. Terimakasih dan sukses selalu pak..
    Semoga materinya bermanfaat dan sekiranya bisa kami praktekan pak🙏. .

  4. Terimakasih pak 🙏 untuk materinya tentang belajar komunikasi sosial dari bank indonesia, materinya sangat bermanfaat.

  5. Sudut pandang dan contoh dari masing2 paragraf membuatnya menjadi menarik pak. Terimakasih atas ilmu dan informasinya. 😍👍

  6. Terimakasih pak materinya🙏 dari materi ini kita tahu bahwa BI tidak hanya mengelola perekonomian keuangan masyarakat saja tetapi juga komunikasi sosial,ini sangat bermanfaat dan menambah wawasan😀

  7. Opini yang sangat membangun pak👍 mengundang pembacanya untuk berfikir lebih luas dan semakin terbuka wawasannya. Teruslah berkarya pak supaya tulisan-tulisan itu bisa menginspirasi dan bisa menjadi bahan referensi bagi kami yang ingin bisa menulis. Seperti yang bapak katakan “jika ingin bisa menulis maka rajinlah membaca”📖 Terimakasih 🙏

  8. Wahhh mantap pak,,, sy sendiri selaku anggota UMKM yg masih bisa dibilang awal mampu melihat dan memahami peran serta tugas yg akan dilakukan walaupun beda binaan…

    Terimakasih banyak pak utk tulisannya… Keren

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here