Beranda Uncategorized 2019 NC dan THC Ajak Perempuan Lintas Agama Wujudkan Perdamaian

NC dan THC Ajak Perempuan Lintas Agama Wujudkan Perdamaian

281
0
BERBAGI

“Kategori negara yang aman adalah negara dimana perempuan di dalamnya merasakan  keamanan”, ucap Hadi Kuncoro direktur The Habibie Centre (THC) dalam agenda pembukaan Dialog Summit. Acara yang berlangsung pada Sabtu (23/02/2019) di Hotel Lombok Raya Mataram tersebut mengangkat tema “Perempuan Lintas Agama dan Etnik Untuk Perdamaian”.
Agenda yang diselenggarakan atas kerjasama THC dan NC (Nusatenggara Centre) itu diikuti oleh para perempuan dan beberapa laki-laki dari berbagai agama dan etnis. Hadir pula saat itu Siti Rohmi Djalillah (Wakil Gubernur NTB), Wartiah (Ketua Komisi V DPRD Provinsi NTB), Masnun Tahir (Wakil Rektor I UIN Mataram), dan beberapa tamu undangan lainnya.
“Peran perempuan semakin penting dalam konsensus global, demi menciptakan perdamaian dunia,” ungkap Agnes perwakilan UN Women dalam sambutannya. Ia mengatakan Indonesia merupakan negara yang majemuk, sehingga tidak jarang timbulnya dinamika sosial yang mengakibatkan gesekan di antara masyarakat. Perempuan harus diberikan pengakuan dan kesempatan untuk terlibat dalam setiap proses-proses perdamaian. Maka Agnes berharap Dialog Summit ini mampu merumuskan sebuah gagasan dalam upaya menciptakan perempuan-perempuan yang aktif terlibat di setiap proses perdamaian, khususnya di Pulau Lombok. Masnun mengatakan bahwa kajian-kajian keperempuanan menjadi mata kuliah wajib beberapa jurusan di UIN Mataram. Pihaknya telah membangun kerjasama dengan beberapa stakeholder terkait untuk meningkatkan literasi keperempuanan di lingkungan kampus. “Dalam sebuah pendekatan diperlukan sinergitas antara satu elemen dengan lainnya,” ungkap Masnun.
DPRD Provinsi NTB telah memberikan perhatian lebih terhadap isu-isu pemberdayaan perempuan. “Kami secara kelembagaan siap mengawal setiap proses perdamaian di NTB, khususnya yang digagas oleh kaum perempuan,” tutur Wartiah. Dirinya berharap forum seperti ini harus sering dilakukan demi menciptakan NTB yang lebih harmonis. 
Sambutan terakhir disampaikan oleh Siti Rohmi Djalillah. Sebelumnya Wartiah menyatakan bahwa Rohmi merupakan Wakil Gubernur perempuan pertama di NTB. Bagi Rohmi proses pemberdayaan perempuan yang pertama ada di lingkungan keluarga. Ia mengatakan keluarga menjadi pondasi awal terciptanya sebuah pola pikir seseorang. 
Banyak pola pikir dalam lingkungan keluarga yang masih membedakan anak laki-laki dan perempuan. Pemberian perlakuan yang berbeda inilah yang membentuk karakter individu. “Di dunia kerja saat ini, laki-laki dan perempuan memiliki kesempatan yang sama, hanya profesionalitas yang membedakan di antaranya,” kata Rohmi.
Di akhir sambutannya Rohmi mengingatkan hidup toleran serta saling menghargai harus ditanamkan sejak dini. “Kemajemukan merupakan nikmat terindah yang dianugerahkan Tuhan kepada hambanya, maka kita harus selalu mensyukurinya”, ujarnya. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here